Laman

Teks berjalan

Selamat Datang di situs KUA Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah, dengan aplikasi SIMKAH kami terus mengembangkan mutu layanan menuju KUA berbasis IT

Rabu, 09 April 2014

SIMBI Untuk Layanan Lebih Efektif dan Responsif

Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI) lahir sebagai respon atas kebutuhan data dan sistem informasi keagamaan yang tepat dan akurat. Data keagamaan sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk kajian akademis, melainkan juga  bagi pengembangan masyarakat Islam berbasis data agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil menyatakan pihaknya sangat membutuhkan ketersediaan data karena pengembangan institusi yang dipimpinya itu ke  depan benar-benar didasarkan pada data kuantitatif dan tidak lagi bersifat spekulatif.
“Pengembangan layanan Bimas Islam ke depan benar-benar bertumpu pada data akurat, bukan data ala kadarnya,” kata Abdul Djamil saat meluncurkan (launching) Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI), Pusat Data dan Informasi Bimas Islam dan sosialisasi budaya IT, di Kantor Kementerian Agama Jl. MH  Thamrin, Jakarta, Selasa (08/04).
Menurut Djamil, sejak dipisah dari Ditjen Penyelenggaraan Ibadah Haji pada 2006, Ditjen Bimas Islam terus melakukan restrukturisasi organsiasi dan program berdasarkan amanat  perundang-undangan yang berlaku. Sejak itu, Bimas Islam secara mandiri melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program bimbingan masyarakat Islam.
“Program-program Bimas Islam, sejak dari perencanaan, pelaksanaan, bahkan sampai pada evaluasi, semuanya membutuhkan ketersediaan data,” tegas Djamil.
Dikatakan Djamil, SIMBI  lahir dari kesadaran akan kebutuhan tersedianya sistem aplikasi berbasis  teknologi informasi atau IT guna menunjang pengembangan program Ditjen Bimas Islam ke depan. Sejalan dengan semangat  reformasi birokrasi, SIMBI juga merupakan respon Ditjen Bimas Islam dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien dan berorientasi pada  peningkatan kinerja dan layanan.
Abdul Djamil berharap keberadaan SIMBI  nantinya akan berdampak luas terhadap peningkatan kinerja organisasi. Data dan  informasi yang disediakan SIMBI, dapat meningkatkan kualitas perencanaan program  karena sudah didasarkan pada data-data kuantitatif yang akurat, tidak spekulatif.
SIMBI terdiri dari beberapa  konten informasi, data, dan aplikasi yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bimas Islam. SIMBI dirancang sebagai piranti utama perencanaan,  pelaksanaan dan evaluasi kinerja Ditjen Bimas Islam sehingga  menghasilkan program dan kinerja yang tepat sasaran dan mewujudkan  amanat UU.
Selain itu, Abdul Djamil mengaku bahwa direktorat jenderal yang dipimpinnya juga terus menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga dalam  pengembangan masyarakat Islam, seperti: BAZNASBWI, Ormas Islam, MUI dan lainnya. Dari kemitraan setrategis itu, lahir sistem aplikasi seperti Sistem  Informasi Zakat (SIMZAT), Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) dan Sistem  Informasi Penais (SISPEN) yang kini dalam tahap penyempurnaan. Sumber: www.kemenag.go.id

Data Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam, dimana di negeri kita yang mayoritas muslim, dengan berbagai kegiatan dan perkembangannya merupakan cerminan dari seberapa jauh umat Islam itu menjalankan ketaatan terhadap perintah Allah. Untuk melihat data selengkapnya mengenai masjid-masjid yang ada di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, Anda dapat melihatnya pada data masjid di bawah ini.

Data Masjid Kecamatan Pekuncen KLIK DISINI

Data Wakaf

Salah satu perwujudan dari bentuk ketaatan kepada Allah SWT seorang muslim, adalah dengan cara ibadah dengan memberikan hartanya untuk Allah yaitu wakaf, karena dengan wakaf, harta tersebut dimanfaatkan untuk sebesar-besar kepentingan umat dan masyarakat secara umum, sehingga pahalanya pun terus mengalir (jariyah) kendati sang wakif pun sudah meninggal dunia. Untuk mengetahui data wakaf di Kecamatan Pekuncen, Anda tinggal membukanya pada tautan di bawah ini.

Data Wakaf Kecamatan Pekuncen KLIK DISINI 

Kamis, 03 April 2014

Kemenag Rancang Layanan KUA Secara Online

Jakarta (Pinmas) – Untuk meningkatkan kualitas layanan KUA, Kementerian Agama (Kemenag) telah merancang sistem pelayanan secara online, mulai dari layanan tarif penghulu hingga antisipasi berkurangnya buku nikah di beberapa daerah. Hal ini dikatakan Direktur Jenderal Bimas Islam Abdul Djamil saat memberikan arahan pada Rapat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Direktorat Urusan Agama Islam dan Syariah di Jakarta, Rabu (2/4).
Peningkatan kualitas layanan KUA akan terus ditingkatkan, di antaranya melalui layanan secara online,” ujar Djamil.
Selama ini - lanjut Djamil- pelayanan KUA belum memaksimalkan teknologi informasi dengan melakukan pencatatan secara onlinePencatatan nikah secara konvensional (offlineyang selama ini digunakan masih banyak ditemukan kasus penyalahgunaan data dan informasi proses pernikahan dan perceraian di KUA.
Djamil mengungkapkan, selain persoalan tarif penghulu dan buku nikah, masih ditemukan data yang salah,seperti kasus adanya pasangan yang memalsukan identitas diri, di mana mereka yang menikah mengaku perjaka atau bahkan ditemukan kasus pasangan yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.
Karena itu, ia berharap proses pencatatan secara online ini dapat menjadi solusi konkrit dalam menyelesaikan berbagai kasus pernikahan dan perceraian serta berbagai kasus lain di KUA.�(rief/dm/dm). Sumber: www.kemenag.go.id

Senin, 03 Maret 2014

Biaya Naik Haji Tahun 1435H/2014 M Rp.33.799.500,-

Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI menyepakati hasil pembahasan Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1435H/2014M  dengan rata-rata sebesar USD3.219. Jumlah ini turun USD308 dari BPIH yang ditetapkan pada penyelenggaraan haji 1434H/2013M dengan rata-rata USD3.527.
Penjelasan ini sebagaimana tertuang dalam Kesimpulan Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama, Senin (03/02), yang ditandatangani oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Ida Fauziah dan Menteri Agama Suryadharma Ali.
Dengan asumsi nilai tukar rupiah APBN Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp10.500, maka besaran direct cost BPIH 1435H sebesar Rp33.799.500,- . Jumlah ini turun Rp59.000,- dibanding dengan direct cost BPIH 1434H yang jumlahnya mencapai Rp33.859.200,- (asumsi nilai tukar saat itu USD1=Rp9.600,-).
BPIH ini nantinya akan dialokasikan untuk pembayaran tiket dan airport tax, biaya pemondokan Makkah, serta living allowance. Sebagaimana tahun sebelumnya, pembayaran BPIH juga disesuaikan dengan nilai tukar yang berlaku pada saat pelunasan.
Selain BPIH 1435H, rapat kerja masa persidangan III Tahun Sidang 2013-2014 ini juga menyepakati beberapa hal penting berikut:
Pertama, dana indirect cost BPIH 1435H sebesar Rp2.779.723.354.556 atau naik sebesar Rp590.619.211.363 dibanding BPIH 1434H. Dana indirect cost ini nantinya akan dialokasikan untuk biaya langsung, biaya perjalanan jamaah di Arab Saudi dan dalam negeri, biaya operasional haji Arab Saudi dan dalam negeri, serta safeguarding/contingency;
Kedua, anggaran safeguarding/contingency sebesar Rp104.244.369.550 yang aakan dialokasikan untuk cadangan resiko nilai tukar, perubahan kebijakan Arab Saudi, serta resiko biaya penerbangan;
Ketiga, komponen DAM Haji Tamattu’ sebesar Rp206.691.712.800 dengan perhitungan alokasi per jamaah sebesar SAR475. Pengelolaan dana DAM ini akan diserahkan secara kolektif kepada Islamic Development Bank (IDB) melalui Kementerian Agama;
Keempat, seluruh perhitungan biasa dalam BPIH 1435H/2014M menggunakan mata uang rupiah setelah menyesuaikan apresiasinya terhadap dollar; dan
Kelima, jamaah haji lunas tunda tahun 1434H/2013M akan mendapatkan selisih BPIH sesuai embarkasi masing-masing yang bersumber dari hasil efisiensi BPIH1434H/2013M. (sumber: www.kemenag.go.id).

Selasa, 04 Februari 2014

CALON JAMAAH HAJI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014

NOMOR
NAMA/BIN/TI
P/W
ALAMAT
URT
PORSI
1
1100268612
RIDWAN BIN SOLEH H. BIN DAUD H.
P
TUMIYANG RT.03 RW.01
2
1100268616
HILYATUL LUBBI BINTI ASROR H.
W
TUMIYANG RT.03 RW.01
3
1100245298
PUJIANTORO BIN JAENUDIN BIN CHAERADJI
P
KRANGGAN RT.03 RW.02
4
1100259274
NGASIFUDIN ABDUL AZIZ BIN MAHRUDI
P
CIBANGKONG RT.03 RW.04
5
1100259279
KUSWATI BINTI SUDARNO BIN MARTADIKRAMA
W
CIBANGKONG RT.04 RW.05
6
1100271047
KASAN ACHMAD SODERI BIN MAD KARTA
P
CIBANGKONG RT.04 RW.05
7
1100272188
GHUFRON SYA'RONI BIN MOHAMAD SYA'RONI
P
BANJARANYAR RT.01 RW.04
8
1100272452
PENI SUSIYANTI BINTI AHMAD MUSTOFA
W
BANJARANYAR RT.01 RW.03
9
1100272523
SUPODIHARJO WALUYO BIN SUMAWIREJA
P
CIKEMBULAN RT.03 RW.03
10
1100272525
SUSTINAH BINTI SLAMET SUWARTO
W
CIKEMBULAN RT.03 RW.03
11
1100272844
WARSO BIN WIRYANA BIN SARNAWI
P
CIKEMBULAN RT.04 RW.03
12
1100272845
WATI BINTI SAKRIB BIN SANURSID
W
CIKEMBULAN RT.04 RW.03
13
1100273305
DARIYAH BINTI KARTOWIRYONO BIN DIPAKRAMA
W
GLEMPANG RT.02 RW.01
14
1100273817
IDRUS AL HABSYI BIN JAFAR
P
KRANGGAN RT.03 RW.02
15
1100273818
TURAYA BINTI ABDULLOH AL KAFF
W
KRANGGAN RT.03 RW.02
16
1100274013
SRIYATI BINTI SUWANDI BIN MADNGALI
W
KARANGKLESEM RT.02 RW.01
17
1100275558
CHOTIMAH BINTI ATMADIWIRYA ASMANOM
W
CIKAWUNG RT.01 RW.01
18
1100276810
SLAMET YAKUB MUHENI BIN MUHENI
P
KARANGKLESEM RT.03 RW.09
19
1100276812
MURSIYATI BINTI SUJIRUN ARSOPAWIRO
W
KARANGKLESEM RT.03 RW.09
20
1100277099
SUJONO BIN BANYASIN SANAWI
P
CIBANGKONG RT.09 RW.01
21
1100277100
ROMITEM BINTI MUSORI MADISWAN
W
CIBANGKONG RT.09 RW.01
22
1100277351
HARIS MUNANDAR BIN TOHARI
P
KRAJAN RT.03 RW.04
23
1100278419
KOHARI BIN HASAN MUSTAM
P
TUMIYANG RT.01 RW.06
24
1100278709
MAD KUSEN BIN NUR KUSEN
P
KRAJAN RT.02 RW.03
25
1100281764
SAMROH BINTI DUL CHALIMI BIN MADMUKSIN
W
KRAJAN RT.03 RW.04
26
1100283823
GIAT WALUYO BIN IKSANUDIN BIN SAMSURI
P
CIBANGKONG RT.01 RW.03
27
1100283831
MENI LESTARI BINTI AHMAD SUMARNO BIN SAN ROHIM
W
CIBANGKONG RT.01 RW.03
28
1100283925
SOPIYATI BINTI ADI PAWIRO BIN ABDUROCHMAN H
W
CIBANGKONG RT.03 RW.04
29
1100283926
SOLATUN HADI SUTRISNO BIN SINGA WIJAYA
P
CIBANGKONG RT.03 RW.04
30
1100284876
MUCHRIBIN BIN AHMAD FATHONI BIN MADYASA
P
KARANGKLESEM RT.01 RW.04
31
1100284980
MUHAMMAD IKHFAD BIN MUHAMMAD AYAT BIN ABDUL GHO
P
PEKUNCEN RT.03 RW.05
32
1100284981
NIDAUL HIDAYATI BINTI DAWUD BIN WASRIP
W
PEKUNCEN RT.03 RW.05

Minggu, 26 Januari 2014

Masjid At-Taqwa Pekuncen Banyumas Ambruk Akibat Gempa Kebumen

Masjid At-Taqwa yang terletak di Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah roboh karena guncangan gempa yang terjadi di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (25/01) siang.
“Masjid At-Taqwa memang ambruk karena gempa yang terjadi di Kebumen,” terang Kepala Kantor Kemenag Kab. Banyumas  Bambang Sucipto kepada Pinmas, Sabtu (25/01) sebagaimana dilansir dalam web Kemenag.
Gempa dengan kekuatan 6,2 SR mengguncang Kebumen dan wilayah sekitarnya, Sabtu (25/01) siang. Pusat Gempa di 104 km barat daya Kebumen dengan lokasi di 8,48 LS-109,17 BT pada kedalaman 48 km. Gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Sucipto menambahkan bahwa peristiwa robohnya Masjid At-Taqwa pada waktu zuhur. Gempa telah menyebabkan pilar penyangga masjid tidak stabil hingga akhirnya roboh. Saat itu di dalam masjid tidak ada orang sehingga tidak ada korban.
Selain Masjid At-Taqwa, sebuah masjid di desa Pasiraman Lor juga rusak cukup berat, yaitu retak-retak di seluruh bagian tembok dan pilar masjid, padahal masjid tersebut baru di bangun dan belum diserahkan oleh panitia pembangunan masjid. "Ini musibah alam, tapi rasanya panitia gak enak sama warga karena belum ada penyerahan dari panitia ke warga, tinggal solusinya bagaimana", kata Fatahudin, Imam masjid yang membeberkan kejadian itu kepada team dari KUA Pekuncen saat meninjau lokasi tersebut. Sedang Masjid Al Hidayah  yang terletak di Dukuh Gombong Bolong, Desa Karangklesem, Pekuncen rusak ringan, terdapat retak-retak terutama di bagian depan masjid dan kayu di bagian atap depan juga melepuh.
Sesuai dengan instruksi, aparatur Kementerian Agama sedang melakukan pendataan rumah ibadah, madrasah, pesantren, dan KUA yang rusak akibat bencana gempa yang dirasakan hingga Bandung, Jawa Barat dan Yogyakarta ini, agar bisa dilakukan tindakan lebih lanjut.