Laman

Teks berjalan

Selamat Datang di situs KUA Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah, dengan aplikasi SIMKAH kami terus mengembangkan mutu layanan menuju KUA berbasis IT

Senin, 27 Mei 2013

Produk Hukum

Undang-undang No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan
Undang-undang No.22 tahun 1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak dan Rujuk
Undang-undang No.13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji
Undang-undang No.41 tahun 2004 tentang Wakaf
Peraturan Pemerintah No.42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU No.41 tahun 2004 tentang Wakaf
PMA No.11 tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah

TIPS HAJI

Tips Nyaman Beribadah Haji :
  • Jangan tergantung pembimbing
  • Mantapkan tata cara berhaji
  • Hafalkan doa-doa
  • Buat kelompok kecil
Tips Manasik Haji :
Tips Tawaf dan Sa'i :
  1. Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
  2. Berangkat dalam rombongan
  3. Makan sebelum berangkat
  4. Buat kelompok kecil
  5. Sepakati lokasi pertemuan
  6. Hindari waktu padat
  7. Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat
  8. (sumber www.republika.co.id)
Tips Mencium Hajar Aswad :
  1. Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat
  2. Pastikan fisik kuat
  3. Jangan bawa barang berharga
  4. Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
  5. Jangan gunakan joki
  6. Tidak lama-lama
  7. Hindari menyakiti sesama jamaah
  8. (sumber www.republika.co.id)
Tips Menjadi Tamu Allah
”Baitullah ini adalah salah satu pilarnya agama Islam. Barangsiapa yang berniat menuju ke Baitullah, baik para haji ataupun yang berumrah, maka mereka dijamin oleh Allah SWT apabila meninggal dunia dalam perjalanan, maka mereka akan ditempatkan di surga dan mereka yang pulang dengan selamat ke negerinya akan membawa pahala serta harta benda (Ghonimah)”
-Hadis Riwayat Ibnu Juraih-

Tips Pelaksanaan Ibadah Haji

Tips Masuk Masjid Agar Tidak Tersesat :
(sumber www.republika.co.id)
  1. Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
  2. Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
  3. Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
  4. Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
  5. Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
  6. Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
  7. Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.
Tips nyaman beribadah :
  1. Jangan tergantung pembimbing
  2. Mantapkan tata cara berhaji
  3. Hafalkan doa-doa
  4. Buat kelompok kecil
  5. (sumber www.republika.co.id)
Tips Agar Tidak Tersesat :
Setiap tahun selalu ada saja laporan jamaah yang tersesat. Untuk itu perlu dicoba tips-tips berikut ini:
  • Hafalkan Lokasi sebelum keluar maktab
  • Hafalkan maktab Anda serta cacat juga nomor telepon dan atau alamat pondokan Anda
  • Bawalah catatan tersebut setiap meninggalkan pondokan.

Sabar, Sabar, dan Sabar
Sabar, sabar, dan sabar. Itu tiga nasihat yang sering diberikan pembimbing kepada calon jamaah haji sebelum berangkat Tanah Suci.Pada kenyataannya memang calon jamaah haji harus punya persediaan segunung kesabaran untuk menghadapi keadaan yang sering di luar perkiraan semula.
Kesabaran calon jamaah sudah diuji saat berada di asrama haji atau bahkan saat keberangkatan. Kemacetan menuju asrama, pemeriksaan yang bertele-tele, sulitnya bertemu dengan keluarga sangat mungkin terjadi. Pemeriksaan dokumen kadang memerlukan waktu berjam-jam. Makanan di asrama belum tentu sesuai selera. Belum lagi kadang barang-barng yang masih diperlukan di asrama sudah telanjur masuk dalam koper besar.

Panduan di Masjid Quba :
(sumber http://id.wikipedia.org)
  • Saat akan memasuki bagian dalam masjid, sebaiknya memperhatikan petunjuk di dinding luar masjid. Itu adalah penunjuk pintu masuk yang dikhususkan bagi jamaah laki-laki atau perempuan. Akan terpampang pada sebuah plakat yang ditempelkan ke dinding pintu masuk untuk jamaah laki-laki maupun perempuan.
  • Tidak diperbolehkan mengambil gambar didalam masjid.

Tata Cara Menentukan Arah Kiblat


Dengan Methode Istiwa` A`zam / Zawal / Rasdhul Qiblah
Menentukan arah kiblat hanya masalah arah yaitu ke arah Ka`bah (Baitullah) di kota Mekah yang dapat diketahui dari setiap titik di permukaan bumi ini, dengan berbagai cara yang nyaris dapat dilakukan oleh setiap orang. Adapun untuk mengetahui arah kiblat dapat dilakukan dengan 3 macam cara, yaitu:
1. Mengamati ketika matahari tepat berada di atas Ka`bah.
2. Melakukan suatu perhitungan arah kiblat dengan ilmu ukur segi tiga bola (Spherical trigonometri).
3. Mengamati atau memperhatikan pada saat bayangan matahari (terhadap suatu benda tegak) se arah dengan arah kiblat.
Cara yang pertama dapat dilakukan oleh setiap orang, tanpa harus mengetahui koordinat (lintang dan bujur) tempat yang akan dicari arah kiblatnya, tetapi cukup menunggu kapan saatnya posisi matahari tepat berada di atas Ka`bah. Posisi matahari tepat berada di atas Ka`bah akan terjadi jika (deklinasi) matahari sama dengan Ï� (lintang) Ka`bah, maka pada saat itu matahari berkulminasi tepat di atas Ka`bah. Adapun posisi tersebut akan terjadi dalam satu tahun sebanyak dua kali, yaitu pada setiap tanggal 27 Mei (tahun Kabisat/Tahun Panjang) atau 28 Mei (tahun pendek/basitah) jam 11 57 LMT dan pada tanggal 15 Juli (tahun Kabisat/Tahun Panjang) atau 16 Juli (tahun pendek/basitah) jam 12 06 LMT. karena pada kedua tanggal dan jam tersebut besaran deklinasi matahari hamper sama dengan lintang Ka`bah tersebut. Apabila waktu Mekah (LMT) tersebut dikonversi menjadi waktu Indonesia bagian Barat (WIB), maka harus ditambah dengan 4 jam 21 menit sama dengan jam 16 18 WIB dan 16 27 WIB. Oleh karena itu, masyarakat Islam dapat mengecek arah Kiblat setiap tanggal 27 atau 28 Mei jam 16 18 WIB, karena semua bayangan matahari akan searah dengan arah kiblat, demikian pula pada setiap tanggal 15 atau 16 Juli jam 16 27 WIB. Insya Allah dengan pedoman bayangan matahari pada kedua tanggal tersebut merupakan cara yang praktis dan dapat dilakukan oleh setiap orang. Hanyasaja yang perlu diperhatikan, pada saat mengukur arah kiblat pada saat posisi matahari di atas Ka`bah tersebut harus menggunakan waktu/jam yang akurat, karena itu sebelumnya harus mengecek petunjuk waktu itu dengan RRI atau menggunakan petunjuk waktu pada GPS.

Sambutan Kepala KUA

Assalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, kepada-Nya lah kita senantiasa bersyukur atas segala ni'mat dan karunia-Nya, yaitu dengan cara memaksimalkan peran kita sebagai hamba-Nya. Salah satu diantaranya adalah kita sebagai abdi masyarakat di Kementerian Agama, khususnya di Kantor Urusan Agama, merupakan sebuah keniscayaan zaman bahwa dengan begitu cepat perkembangan IPTEK, menuntut KUA untuk bisa berperan dan memanfaatkan perkembangan IT.
Atas dasar itu, KUA Kecamatan Pekuncen sebagai institusi yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI berupaya untuk memenuhi tuntutan perkembangan tersebut. Sehingga dengan web blog ini diharapkan sebagai wadah komunikasi dengan masyarakat yang tidak hanya komunikasi secara langsung, akan tetapi sarana internet yang kian akrab di tengah-tengah masyarakat tak terelakkan lagi merupakan kebutuhan kita bersama.

Semoga Allah Swt selalu meridlai dan membimbing kita. Amien.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Pekuncen, 27 Mei 2013
Kepala KUA,

Umar Abidin, SHI
NIP.197802252005011003